CARA MENULIS
ARTIKEL ILMIAH TEMA KEPERAWATAN YANG BAIK DAN BENAR
Rizka Yulia
Hindarti
S.Tr
Keperawatan Lawang
Politeknik
Kesehatan Kemenkes Malang
Rizkafhrs12@gmail.com
Menulis artikel ilmiah yang baik dan benar
yaitu sesuai kaidah penulisan dan tulisan yang otentik bukan hasil plagiat. “Artikel
adalah salah satu bentuk tulisan nonfiksi berisi fakta dan data yang disertai
sedikit analisis opini penulisnya” (Rahardi, 2006). Menurut (Harefa, 2010) “artikel adalah karya tulis , nonfiksi,
tak tentu panjangnya, bertujuan untuk mendidik, meyakinkan, atau menghibur,
dimuat media cetak dan elektronik, dan bisa berupa berita, obyektif berdasarkan
data dan fakta, logis dan bisa diuji, tidak emosional menggunakan tanda baca
dan bahasa yang baku”. Pengertian artikel ilmiah, “sebuah karya atau artikel
ilmiah adalah teks ilmiah dengan struktur mapan, dan bertujuan untuk
menggambarkan kemajuan penelitian yang dikomunikasikan ke khalayak ilmiah yang
luas” (Fatchiyah,
2016).
Adapun langkah-langkah menulis artikel ilmiah
yang baik dan benar serta bebas plagiasi adalah sebagai berikut :
1.
Memahami bagian-bagian pada artikel mulai dari abstrak
dan kata kunci, pendahuluan, isi, dan penutup.
2.
Pahami tema untuk mengambil bab yang akan dibahas. Ada banyak tema yang dapat dimuat pada artikel
misalnya tema keperawatan. Pada
tema keperawatan isi yang akan dibahas yaitu tentang hal-hal yang berhubungan
dengan keperawatan. Misalnya keperawatan anak, perawatan lansia, maternitas, dan lain-lainnya.
3.
Menentukan judul yang akan dibuat, judul yang baik lebih
dari 5 kata dan jelas.
4.
Mencari dan mempelajari referensi tentang bab yang akan dibahas serta sesuai dengan
tema.
5.
Menulis bagian abstrak yang berisi gambaran umum dari isi
yang akan dibahas. Pada bagian abstrak ini hampir sama dengan sinopsis.
6.
Menulis kata kunci, kata kunci dapat diambil dari kata
yang menjadi topik pembahasan. Biasanya kata kunci diambil dari beberapa kata
pada judul artikel. Karena pada judul artikel merupakan topik yang dibahas pada
isi.
7.
Menulis pendahuluan, pendahuluan biasa berisi latar
belakang atau sebab-sebab mengapa tema tersebut diangkat. Pada pendahuluan juga
membahas secara singkat tentang topik pembahasan.
8.
Menulis isi atau pembahasan, bagian ini merupakan pembahasan secara jelas tentang topik
yang dibahas. Biasanya terdiri dari beberapa bab yang dibahas, seperti
pengertian, penyebab, dan lainnya mengenai topik.
Untuk memberikan informasi yang jelas tentang topik
yang dibahas diperlukan sumber lain selain dari ide pemikiran penulis sendiri,
tetapi tetap menghindari plagiasi. Agar
terhindar dari plagiasi yaitu dengan cara mengutip pendapat atau pemikiran
orang lain. Mengutip pendapat atau ide tersebut bisa secara langsung maupun
tidak langsung. Kutipan bisa bersumber dari beberapa referensi seperti buku, jurnal,
koran/majalah, lembaga/institusi, email, internet dan lainnya. Untuk referensi kutipan
yang diambil dari internet harus berasal dari sumber yang terpercaya antara
lain DOAJ,Google Schoolar,Researchgate,Portal Garuda. Sumber rujukan bisa di
tulis dengan beberapa model, yaitu APA, Harvard, Chicago dan lainnya. Model
kutipan ini dapat digunakan langsung di program Microsoft Word pada References
lalu di bagian ribbon terdapat pilihan dalam membuat sumber referensi. Pertama
pilih insert citation lalu add new source. Pilih sumber yang kita maksud yaitu
book, web site, jurnal, atau yang lainnya. Isi semua informasi yang dibutuhkan
tentang sumber rujukan seperti author atau penulis, tittle atau judul, year
atau tahun terbit, publisher atau penerbit, dan lain sebagainya, lalu pilih ok.
Secara otomatis sumber rujukan akan muncul di samping kutipan.
A.
Kutipan langsung
“Kegiatan kutipan langsung merupakan kegiatan
salin timpa,kewajiban atas kegiatan salin-timpa ini adalah mencantumkan sumber
rujukan” (Widyartono, 2018). Kutipan langsung yang baik yaitu kutipan
ringkas kurang dari 40 kata. Cara menulis kutipan langsung yaitu dengan memberi
tanda petik pada kalimat yang dikutip serta memberikan nama atau sumber rujukan
yang jelas. Sumber rujukan dapat ditulis di awal kalimat,di tengah kalimat, dan
di akhir kalimat. Terdapat bebrapa pilihan Contoh dari kutipan langsung :
(Efendi & Makhfudli, 2009) menyatakan
bahwa “kesehatan yang optimal bagi setiap individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat merupakan tujuan dari keperawatan, khususnya keperawatan komunitas”.
“Untuk tetap
meningkatkan dan mempertahankan fungsi mental lansia dapat dilakukan kegiatan
mengingat, berbicara, berpikir, berperilaku dan melakukan berbagai pekerjaan
agar lansia dapat tetap mandiri dan produktif”(Maryam, Hartini, & Sumijatun, 2016).
Kesehatan
sangat penting, menurut (Efendi & Makhfudli, 2009) kesehatan
yang optimal bagi setiap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat merupakan
tujuan dari keperawatan, khususnya keperawatan komunitas”.
Dengan cara mengutip,
tulisan akan terhindar dari plagiasi. Selain itu tulisan akan semakin kaya akan sumber
referensi.
B.
Kutipan Tidak Langsung
“Kutipan tidak langsung merupakan tindakan
salin-timpa (copy-paste) ide, kutipan ini ditulis dengan kalimat yang
berbeda dengan kalimat aslinya tanpa mengubah ide” (Widyartono, 2018). Kutipan ini sangat disarankan untuk
digunakan pada artikle ilmiah. Contoh :
Tujuan dari keperawatan adalah untuk
menciptakan kesehatan yang optimal bagi individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat, dan yang terpenting pada keperawatan komunitas (Efendi & Makhfudli, 2009).
9. Menulis penutup, penutup berisi kesimpulan
atau ringkasan dari hasil pembahasan.
10. Mencantumkan daftar rujukan, setelah mengutip
pendapat atau ide dari sumber lain perlu dicantumkan secara jelas pada akhir
artikel berupa daftar rujukan atau daftar pustaka. Penulisan daftar rujukan
harus sesuai dengan aturan penulisan daftar rujukan yang benar. Jika sudah
mengunakan references pada microsoft word maka daftar rujukan bisa langsung
tercantum yaitu dengan memilih pada ribbon references bibliography, lalu pilih
bibliography. Daftar rujukan bisa ditulis secara manual dengan mencantumkan
informasi yang jelas dan benar. Contoh daftar rujukan seperti daftar rujukan
yang terdapat di akhir artikel ini.
11. Cek plagiasi, setelah artikel selesai dibuat
harus dicek terlebih dahulu untuk memastikan apakah artikel sudah tidak
mengandung unsur plagiat. Cara mengecek bisa melalui aplikasi untuk mengecek
plagiasi baik yang berbayar maupun gratis. Salah satu yang bisa digunakan yaitu
https://smallseotools.com/plagiarism-cheker.
Daftar Rujukan
Efendi,
F., & Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas.
Jakarta: Salemba Medika.
Fatchiyah. (2016). Strategi
Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah. Malang: Universitas Brawijaya Press.
Harefa, A. (2010). Happy
Writing . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Maryam, R. S., Hartini,
T., & Sumijatun, S. (2016, 4). Retrieved 09 07, 2018, from
https://doaj.org/article/00df77bd767f408d9d375101cf131a39
Rahardi, F. (2006). panduan
Lengkap Menulis Artikel, Featur dan Esai . Tangerang: PT Kawan Pustaka.
Widyartono, D. (2018). Panduan
Menulis Karya Ilmiah. Malang : Universitas Negeri Malang.