PERAWATAN TERHADAP PENYAKIT YANG SERING DIDERITA LANSIA
Rizka Yulia Hindarti
S.Tr Keperawatan Lawang Tk.1
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
Rizkafhrs12@gmail.com
Abstrak.Lansiamerupakan golongan yang rentan menderita penyakit karena
faktor usia. Penyakit yang sering diderita yaitu hipertensi dan nyeri sendi.
Hipertensi pada lansia disebabkan oleh beberapa penyebab,yaitu pemenuhan
kebutuhan tidur yang mempengaruhi kualitas hidup pada lansia, aktivitas fisik atau
olahraga dan pola konsumsi makanan. Ada beberapa tindakan keperawatan yang
perlu dilakukan untuk mengatasi hipertensi pada lansia antara lain dengan
pemenuhan kebutuhan tidur, serta pemberian olahraga ringan. Beberapa tindakan
keperawatan perlu diberikan kepada lansia yang menderita hipertensi karena pemberian obat anti hipertensi jangka panjang pada lansia
tidak cocok undan dapat menimbulkan efek lain yang lebih serius. Selain itu,
penyakit sendi juga menjadi penyakit yang sering diderita lansia. Penyakit
sendi dapat terjadi karena beberapa penyebab antara lain konsumsi
makanan dan aktivitas fisik yang berpengaruh terhadap kesehatan tulang. Karena
organ tubuh pada lansia mengalami penurunan sehingga ruang gerak dan aktivitas
lansia menurun sehingga kesehatan tulang dan sendi juga menurun.
Kata kunci : perawatan , penyakit , lansia
Pendahuluan
:
Seiring
bertambahnya usia, fungsi organ tubuh manusia akan menurun. Seperti yang umum
terjadi pada lansia yang semakin rentan menderita penyakit seiring masa
penuaannya. Sebagai dampak berkepanjangan dari aktivitas dan pola makan di masa
muda sehingga beberapa penyakit akan muncul saat usia lanjut. Penyakit yang
sering diderita lansia yaitu hipertensi dan nyeri sendi. Penyebabnya juga
bermacam-macam, seperti aktivitas fisik dan pemenuhan kebutuhan tidur.Konsumsi
makanan dan aktivitas fisik sangat signifkan pengaruhnya terhadap kesehatan lansia khususnya kesehatan tulang.
Oleh
karena itu perlu adanya tindakan keperawatan untuk mengatasi penyakit
hipertensi dan nyeri sendi yang banyak diderita oleh lansia.Perawatan terhadap
lansia seperti senam hipertensi dan pemenuhan kebutuhan tidur dapat diberikan
kepada lansia.
A.
Hipertensi
Lansia merupakan golongan yang rentan menderita penyakit tertentu.
Hal ini disebabkan oleh faktor usia. Beberapa hal yang umum terjadi pada lansia
yaitu hipertensi atau tekanan darah tinggi dan nyeri sendi. Masalah
biopsikososial yang timbul mengakibatkan penurunan kualitas hidup sehingga
jumlah penderita hipertensi khususnya pada lansia menjadi meningkat(Dewi & Sudhana, 2013). Dalam hasil
penelitian menyebutkan bahwa jumlah lansia yang menderita hipertensi karena
tingkat olahraga yang kurang sebesar 45,79%, dan kurang kebal terhadap stres
sebesar 39,25% (Andria, 2013).
Terdapat
beberapa penyebab terjadinya hipertensi pada lansia seperti pemenuhan kebutuhan
tidur yang mempengaruhi kualitas hidup pada lansia. Kualitas hidup akan
mengalami penurunan jika terjadi gangguan tidur sebagai akibat proses bertambahnya
usia atau penuaan(Sulidah, Yamin, & Susanti, 2016).
Aktivitas
fisik atau olahraga dan pola konsumsi makanan juga berpengaruh terhadap
munculnya penyakit hipertensi pada lansia. Lokasi yang berbeda menyebabkan
adanya perbedaan aktivitas fisik dan perilaku kesehatan pada lansia, untuk
meningkatkan aktifitas fisik dan perilaku kesehatan pada lansia perlu didukung
dengan kesejahteraan seperti dukungan moral dan spiritual kepada lansia (Rusilanti, Kusharto, & Wahyuni, 2006) . Oleh karena itu
perlu adanya tindakan keperawatan untuk mengatasi penyakit hipertensi yang banyak
diderita oleh lansia. Antara lain dengan pemenuhan kebutuhan tidur, serta
pemberian olahraga ringan.Aktivitas fisik juga berbeda berdasarkan lokasi
pemukiman, kondisi sosial ekonomi pada lansia, sehingga perilaku kesehatan pada
lansia juga berbeda, dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah perlu
diberikan agar aspek psikososial pada lansia tidak terganggu (Rusilanti, Kusharto, & Wahyuni, 2006).Selain itu perlu
tindakan untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Yaitu dengan latihan
relaksasi otot progresif yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur
lansia dengan dampak berupa meningkatnya respon subjektif kepuasan tidur,
latensi tidur memendek, durasi tidur(Sulidah, Yamin, & Susanti, 2016).
Olahraga ringan perlu dilakukan untuk lansia dengan intensitas olah
raga yang ringan. Karena dengan kondisi lanjut usia mobilisasi gerak pada
lansia terbatas. Sehingga olahraga yang diberikan harus disesuaikan dengan
kondisi lansia. Agar olahraga tidak memberi dampak buruk terhadap kesehatan
lansia. Pemberian obat juga tidak sesuai dikarenakan organ pada lansia yang
fungsinya sudah tidak optimal dan konsumsi obat-obatan dapat berdampak buruk
terhadap kesehatan lansia. Gerakan gerakan senam yang disesuaikan dengan
kemampuan gerak lansia yaitu pada senam hipertensi. Pemakaian obat anti
hipertensi jangka panjang dapat mengakibatkan ketergantungan akan obat,
penurunan fungsi organ dalam seperti ginjal, menyebabkan kerusakan fungsi
kognitif yang tidak baik bagi kesehatan lansia (Hernawan & Rosyid, 2007).Setelah mengetahui
dampak senam lansia yang dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita
hipertensi maka perawat seharusnya bisa memberi
tindakan dan saran intervensi non farmakologis latihan nafas dan senam
dalam beberapa kali dalam seminggu untuk menurunkan risiko hipertensi. Selain olahraga senam, pola diet juga dapat mengatasi hipertensi(Astari & Dyah, 2012). “Olahraga dan pola diet dapat menstabilkan tekanan darah”(Herwati & Wiwi, 2013).
Selanjutnya,
jika lansia telah mengidap penyakit kronis seperti hipertensi dibutuhkan
intervensi manajemen stres. Karena lansia yang mengidap penyakit akan lebih
mudah stres dengan kondisinya. tingkat stres yang dialami oleh lansia karena
menderita penyakit kronis dapat diturunkan dengan intervensi manajemen stres
secara berkelompok (Hanum & P, 2016).
B.
Nyeri Sendi
Seiring
bertambahnya usia, selain hipertensi lansia juga rentan mengidap penyakit pada
persendian. Lansia
dalam proses penuaan mengalami penurunan kondisi tubuh. (Triatmaja, Khomsan, & Dewi, 2013)menyatakan bahwa “semakin
bertambahnya usia maka akan lebih mudah terserang berbagai penyakit
degeneratif. Salah satu penyakit degeneratif yang sering diderita lansia adalah penyakit sendi”. (Ulliya, Soempeno, & Kushartanti, 2010) menyatakan bahwa “menua
merupakan proses fisiologis yang akan mengurangi semua fungsi organ, salah
satunya adalah pada sistem muskuloskeletal yang dapat menyebabkan keterbatasan
gerak, penurunan gerak persendian akan mengurangi aktivitas fisik”. Nyeri
sendi sampai osteoporosis adalah penyakit yang umum diderita pada usia lanjut.
Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya hal ini. Antara lain konsumsi
makanan dan aktivitas. Konsumsi makanan dan aktivitas fisik sangat signifkan
pengaruhnya terhadap kesehatan tulang. Uji multiregresi logistic menunjukkan
jika aktivitas fisik lebih kecil pengaruhnya timbulnya penyakit osteoporosis
dibandingkan kekurangan kalsium(Marjan & Marliyati, 2013).
Dengan adanya
penyakit yang rentan diderita oleh lansia dan dapat terjadi karena beberapa
penyebab diperlukan perawatan terhadap lansia khususnya oleh perawat dan tenaga
kesehatan lainnya. Peran perawat yaitu suatu cara untuk melakukan aktivitas
berupa praktik setelah selesai menempuh pendidikan formal dan telah disetujui
oleh pemerintah untuk melaksanakan tugas dan bertanggung jawab terhadap
profesinya serta sesuai kode etik profesional (Kawi, Nurhayati, & Dahlan, 2017). (Agrina, Rini, & Hairitama, 2011)
menyatakan bahwa “disarankan kepada petugas kesehatan
untuk lebih sering memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang penyakit
hipertensi kepada penderita hipertensi, terutama tentang diet hipertensi yang
baik dan benar”. Perawat harus memiliki kemampuan mensintesa berbagai
teori, menerapkannya secara total pada lingkungan perawatan klien usia lanjut
termasuk aspek fisik, mental dan sosial. Dengan demikian pendekatan
eklektik akan menghasilkan dasar yang baik saat merencanakan suatu asuhan
keperawatan berkualitas pada klien lansia (Latifah, dkk, 2015).“Untuk tetap
meningkatkan dan mempertahankan fungsi mental lansia dapat dilakukan kegiatan
mengingat, berbicara, berpikir, berperilaku dan melakukan berbagai pekerjaan
agar lansia dapat tetap mandiri dan produktif”(Maryam, Hartini, & Sumijatun, 2016).
Penutup :
Lansia
menjadi rentan menderita penyakit karena faktor usia yang menyebabkan penurunan
fungsi organ. Penyakit yang sering diderita oleh lansia yaitu hipertensi dan
nyeri sendi. Selain faktor usia hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal
seperti aktivitas dan pola makan. Untuk mengatasi penyakit yang sering diderita
lansia tersebut dapat diatasi dengan berbagai cara serta perlu adanya peran
perawat dan tenaga kesehatan dalam mengatasinya. Beberapa tindakan keperawatan
perlu diberikan kepada lansia yang menderita hipertensi karena pemberian obat
anti hipertensi jangka panjang pada lansia tidak cocok undan dapat menimbulkan
efek lain yang lebih serius.
Daftar Rujukan
Agrina, Rini, S. S.,
& Hairitama, R. (2011). Retrieved 09 07, 2018, from
https://ejournal.unri.ac.id/index.php
Andria, K. M. (2013).
Retrieved 09 07, 2018, from http://www.journal.unair.ac.id
Astari, & Dyah, P.
(2012). Retrieved 09 07, 2018, from
https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents
Dewi, P. R., & Sudhana, I. W. (2013, 11). Dipetik 09 7,
2018, dari https://ojs.unud.ac.id/index.php
Hanum, L., & P, D.
(2016). Retrieved 09 07, 2018, from
https://jurnal.ugm.ac.id/jpsi/article/download/11501/8947
Hernawan, T., &
Rosyid, F. N. (2007, 06). Retrieved 09 6, 2018
Herwati, & Wiwi, s.
(2013, 09). Retrieved 09 07, 2018, from http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/article/view/118/124
Kawi, Nurhayati, R.,
& Dahlan, S. (2017). Retrieved 09 07, 2018, from
http://journal.unika.ac.id/index.php/shk/article/download/782/548
Latifah, dkk. (2015).
Retrieved 09 07, 2018, from https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents
Marjan, A. Q., &
Marliyati, A. S. (2013, 07). Retrieved 09 07, 2018, from
http://journal.ipb.ac.id/index.php
Maryam, R. S., Hartini,
T., & Sumijatun, S. (2016, 4). Retrieved 09 07, 2018, from
https://doaj.org/article/00df77bd767f408d9d375101cf131a39
Rusilanti, Kusharto, C.
M., & Wahyuni, E. S. (2006, 11 1). Retrieved 09 6, 2018, from
http://journal.ipb.ac.id/index.php
Sulidah, Yamin, A.,
& Susanti, R. D. (2016, 04 1). Retrieved 09 2018, 6, from
http://jkp.fkep.unpad.ac.id/index.php
Triatmaja, N. T., Khomsan,
A., & Dewi, M. (2013, 3). Retrieved 09 07, 2018, from
http://journal.ipb.ac.id/index.php
Ulliya, S., Soempeno,
B., & Kushartanti, W. (2010, 12 22). Retrieved 09 07, 2018, from
https://ejournal.undip.ac.id/index.php
Tidak ada komentar:
Posting Komentar